Pengaplikasian HKI pada digital di Indonesia

Hukum adalah seperangkat aturan-aturan yang dibuat dengan tujuan sebagai pembatas moral dengan immoral, salah satunya adalah untuk mewujudkan ketertiban dalam kelompok masyarakat.

Saat terjadinya kemajuan teknologi, ada kemungkinan perubahan-perubahan cara bagaimana perlindungan itu dilakukan dan ada sebagian perubahan-perubahan objek hukum  misalnya bagaimana perlindungan buku fisik berubah menjadi e-book.

Untuk segenap melindungi hak atas intelektual khususnya perlindugan dari pembajakan di internet akibat dari kemajuan teknologi yang tidak berbarengan dengan keamanan perlindungan properti sehingga diperlukan lah hukum yang mengatur secara fisik atau setidaknya tafsiran-tafsiran hukum dari hukum perdata jika belum ada secara khusus ataupun UU yang berlaku.

Kekayaan Intelektual  khususnya hak cipta atau hasil buah pikiran seperti hak desain logo, e-book, lagu, coding untuk template(blog) dalam dunia digital masih banyak yang belum sadar, mulai dari ketidakpedulian pengunduh situs bajakan akan pemasukan uang penciptanya, mengira segala hal yang di internet adalah open source, melupakan etika untuk menaruh nama kreator asli, atau dengan alasan pribadi karena alasan ekonomi( baca: tidak punya uang tetapi ingin kekinian) sehingga tidak memperdulikan perbuatannya melawan hukum meski masalah ini hanya dialami Negara berkembang atau Negara yang “baru” diakui maju.

Pengertian Kekayaan Intelektual

  1. Apa itu kekayaan intelektual ?

Hal yang harus diketahui sebelum melanjutkan ke pembahasan pembagian-pembagian ranah kekayaan intelektual apa saja, ada baiknya untuk mengetahui apa itu Hak Kekayaan Intelektual atau disingkat HKI, ada juga yang menyebutnya Hak Atas Kekayaan Intelektual yang selanjutnya disebut HaKI. HKI ini terbagi menjadi dua kategori yaitu hak cipta dan hak industri.

Kekayaan Intelektual bersifat sebagai pembatas dimensi moral dengan tujuan rekam jejak (sejarah) dan pencatatan, dimana siapa saja yang menghasilkan kekayaan (ide ataupun gagasan) harus dicatat kedalam dokumen kekayaan intelektual.

2. Pembagian ranah kekayaan intelektual

Hak cipta sendiri ialah hak ekslusif bagi pencipta untuk melindungi keaslian dan membatasi penerima(publisher) sebagai batasan untuk melakukan pengumuman(publikasi) dan memperbanyakan ciptaannya dengan memberikan izin terhadap penerima tetapi diawasi oleh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai perjanjian dengan pemegang hak cipta. Untuk hak industri ialah hak yang mengatur segala hal yang terkait dengan perindustrian untuk perlindungan hukum. Hak industri ini salah satunya ialah a). paten, b). merk, c). desain industri, d). desain tata letak sirkuit terpadu, d). rahasia dagang, e). varietas tanaman.

Untuk hak paten ada perbedaan mendasar dengan hak cipta, hak paten dibuat untuk menghargai karya seseorang yang baru dan belum ada(invensi) ataupun inovasi yang diberikan oleh negara kepada inventor(pencipta). Dengan hak patennya, pemegang hak paten bebas untuk berkreasi ataupun memberikan izin untuk orang lain menggunakan hasil invensinya(atribusi). Hak paten memiliki jangka waktu selama 20 tahun terhitung dari tanggal penerimaan hak paten dan tidak bisa diperpanjang.

Ruang Lingkup HaKI Pada Dunia Digital

Ruang lingkup HaKI di era digital sangat sulit untuk dikelompokan karena keterbatasan literatur yang membahasnya. Maka dari itu, atas inisiatif sendiri saya ingin membagi dua dasar untuk pembeda, pembeda ini murni pendapat pribadi hasil observasi pada semesta sekitar. Pembeda ini dimulai dari 1). Kekayaan intelektual digital yang berbasis pemikiran dan 2). Kekayaan intelektual digital berbasis mesin.

  1. Kekayaan Intelektual Digital Berbasis Pemikiran

Kekayaan intelektual berbasis pemikiran ini ialah HaKI yang muncul dari sebuah ide seseorang ataupun gagasan-gagasan yang kemudian direalisasikan atau dijadikan produk pada suatu hal dengan tujuan komersil ataupun sebatas pencatatan biasa. Hal-hal yang termasuk HaKI berbasis pemikiran dalam ranah digital adalah sebagai berikut.

  • E-book atau buku elektronik

E-book atau buku elektronik adalah nama lain dari buku digital. E-book ini bisa dikonversikan dari sebuah buku tercetak yang kemudian divisualisasi berupa frame-frame gambar  yang membentuk sebuah buku elektronik yang bisa dibaca kapanpun dari perangkat komputer dan alat lainnya yang diperuntukan untuk membaca e-book misalnya gawai ponsel pintar.

E-book ini bertujuan sebagai cara lain untuk pendistribusian yang lebih murah dari buku fisik yang tidak memerlukan biaya kertas serta tidak perlu ruang yang nyata. Kadang e-book dilindungi oleh hak cipta bagi penulis professional yang mendafarkannya. Hanya saja hak cipta ini memiliki batas waktu sekitar 50 tahun setelah kematian pengarangnya terhitung sejak mendaftarkan dan berubah menjadi public domain atau untuk umum. E-book yang dilindungi oleh hukum biasanya hanya yang berlisensi dengan tujuan komersial ataupun alasan pribadi lainnya, hal tersebut bisa ditemukan di google playbook ataupun amazon.com. Namun tidak menutup kemungkinan masih ada e-book gratis untuk umum, hal ini biasanya dengan tujuan pendidikan dari situs pemerintah ataupun dengan tujuan sebatas marketing(hanya sebagian), untuk menemukan e-book gratis bisa menemukan di kemdikbud.go.id atau scribd.com

  • Hak desain grafis

Hak desain grafis ini sering ditemukan pada sebuah brand perusahaan, merk produk ataupun logo dari sebuah blog pribadi. Untuk hak desain grafis ini tingkat kesadaran hukum nya sangat rendah, buktinya banyak kreator yang saling jiplak dengan pengubahan yang seperlunya saja atau sama persis seperti kasus oleh band internasional Dream Theater yang dilakukan pihak managemennya atas plagiasi karya Dariesta Endiano Putra yang di unggah melalui  http://multiply.com pada sebuah cover album.

Di Indonesia, hal ini sudah mulai mendapat perhatian khusus dengan adanya UU Cipta Kerja  karena menggunakan Online Single Submission (OSS) yang telah dimudahkan untuk pendaftaran hak kekayaan intelektual.

  • Coding untuk template desain

Dikutip dari website badoystudio.com coding sendiri adalah Bahasa pemprogram dengan menggunakan syntax( Bahasa pemrograman) yang dilakukan dari menulis kode-kode program pada komputer menggunakan metode HTML, XML ,Visual C++ ataupun Javascript yang bertujuan merealisasikan tampilan ataupun bentuk program sesuai maksud pembuat.

Sedangkan untuk template(khusus coding) ialah file yang berupa penggambaran dimana tata letak keseluruhan ini dibuat atau cetak biru yang menampilkan layout berisi tema,warna tema, efek tema, gaya latar belakang, dan posisi konten.

Dapat disimpulkan template sebagai desain dari coding adalah buah hasil pemikiran serta skill seseorang yang merupakan bagian dari HaKI  jika kreator telah mendaftarkan hasil ciptaannya meski ada kekaburan hukum disini.

2. Kekayaan Intelektual Digital Berbasis Mesin

Kekayaan intelektual digital berbasis mesin ini maksudnya bukan mesin secara harfiah yang diartikan mesin berbentuk fisik yang membentuk keterpaduan sistem secara kasat mata. Mesin dalam dunia siber diartikan sebagai keterpaduan bentuk jaringan berbagai coding dan pemrograman yang membentuk pola tersendiri seperti Virtual Machines Server (VM Server), Virtual Machine, dan Virtual Server. Hal ini berbeda dengan jaringan server pusat yang mempunyai wadah fisik pada CPU seperti yang dimiliki oleh google yang bertujuan memenuhi permintaan dari klien untuk jaringan.

Hal-hal yang termasuk kekayaan intelektual berbasis mesin adalah sebagai berikut.

  • Algolaritma (Pemrograman)

Seymour Lipschutz dan Marc Lipson yang memiliki disiplin ilmu komputer dan matematika berpendapat algolaritma adalah serangkaian dari beberapa intruksi yang digunakan sebagai pemecahan masalah. Ditambahkan oleh Marvin Minsky yang seorang pakar A.I. mengemukakan bahwa algolaritma ini adalah seperangkat hukum yang memberitahu bagaimana untuk bertindak.

Jadi kesimpulan yang didapat ialah algolaritma dalam dunia pemrograman merupakan seperangkat untuk mengerjakan suatu “hal” yang bertindak dan memecahkan masalah sesuai dari tujuan itu dibuat untuk menemukan solusi yang paling tepat.

Algolaritma dalam dunia pemrograman ini bertujuan untuk mengerjakan dan membantu manusia dalam bidang menilai suatu “hal” , dan pengulangan tanpa batas serta menyerderhanakan masalah dengan mudah.

Beberapa macam algolaritma sendiri dilindungi oleh lisensi perusahaan besar seperti Google dengan Google Panda ataupun Hummingbird yang sudah dipatenkan. Jika masa paten habis maka akan digunakan untuk kepentingan umum atau tujuan pendidikan.

  • A.I ( Artificial Intelligence)

A.I merupakan kecerdasan buatan yang terbentuk dari mesin ataupun software yang mampu belajar sendiri menganalisa target yang ditujukan oleh pembuat A.I. A.I sendiri berbeda dengan machine learning karena memiliki kehendak bebas sesuai dengan solusi yang ditanam karena akan memilih atau belajar sendiri mana yang paling menguntungkan.

A.I terbagi menjadi dua jenis A.I lemah dan A.I kuat, jika A.I lemah berfokus pada perintah yang sempit maka A.I berjenis kuat lebih mirip seperti kerja otak manusia tanpa bantuan manusia jika ada masalah(A.I kuat masih hanya sebatas teori) Contoh A.I lemah yang paling umum diketahui adalah Alexa yang telah dibuat oleh amazon dan dijual sebagai assisten rumah ataupun pribadi, serta Siri oleh pihak Apple, Cortana oleh Microsoft sebagai masing-masing asisten di perangkat komputer , dan mobil yang bisa menyetir sendiri yang dikembangkan oleh Tesla,Inc.

Perlindungan Hukum Untuk Kekayaan Intelektual Dalam Ranah Digital

Perlindungan HaKI untuk digital merupakan tafsiran dari berbagai peraturan yang ada pada dunia internasional ataupun UU No.28 Tahun 2014 tentang hak cipta. Untuk melihat bagaimana proses ini dilakukan ada baiknya pemisahan cara dilakukan. Yang pertama menggunakan  Digital Right Management(DRM) yang merupakan bagian dari perjanjian internasional yang sifatnya mengikat karena kehendak bersama.

  • Digital Right Management (DRM)

Definisi

Menurut Wikipedia DRM ialah teknologi yang memiliki kontrol akses atau pengendali yang digunakan oleh pembuat atau pemegang hak cipta sebagai batasan kepada pengguna atau pembeli suatu produk yang terikat pada DRM agar tidak melakukan penggandaan dan konversi ke format lain sebagai bentuk menjaga keasliannya dan jumlah.

Konsep DRM disini adalah hal yang kita beli bukan sepenuhnya milik kita tetapi hanya meminjam atau memakai hasil jadi produk yang ditawarkan oleh pemegang hak cipta.

DRM melakukan enkripsi yang sangat kuat untuk melindungi suatu produk bisa dengan pola algolaritma yang selalu berubah-ubah dan fingerprint marking.

Konsekuensi Jika Melanggar

Hal pertama yang dilakukan oleh pihak pengembang jika menemukan pengguna melakukan penyerangan atau pembobolan terhadap DRM maka akan dikenakan UU hak cipta setempat atau hukum positif dimana dilihat dari Negara mana dilakukan sesuai dengan asas territorial.

  • Melihat Dari Undang-Undang Hak Cipta

Masalah paling mendasar dalam dunia digital kepada pemegang hak cipta adalah masalah cara pemasaran, pembajakan, dan eksploitasi pihak ketiga seperti streaming musik  bagi pelaku industri audio. Hal ini telah dipermasalahkan oleh Taylor Swift kepada salah satu streaming terbesar berlogo hijau garis hitam karena kebebasan yang menyebarkan dan memproduksi tidak sesuai keuntungan artis dengan pihak streaming yang berbeda jauh atau royalti yang kurang.

Hal diatas menunjukan, perlunya hak cipta dan hak yang terkait membahas lebih dalam masalah reproduksi sejelas-jelasnya dengan “cara atau bentuk” karena hal ini juga dialami sebagian besar oleh artis lokal. Hak reproduksi diperlukan untuk mengontrol objek yang dilindungi yang telah memasuki dunia siber dalam penyimpanan jaringan ke beberapa jaringan komputer lain untuk menentukan bagaimana jumlah salinan dibuat.

Tafsiran dari UU No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta

  1. Harus memiliki izin yang bersangkutan Pasal 9 (3)  UUHC menyebutkan “Setiap Orang yang tanpa izin Pencipta atau Pemegang Hak Cipta dilarang melakukan Penggandaan dan/atau Penggunaan Secara Komersial Ciptaan”
  2. Objek perlindungan yang jelas Pasal 40 huruf p dan huruf s sudah jelas mengatakan program komputer adalah hal yang dilindungi.
  3. Sudah memiliki payung hukum yang kuat Pasal 82 (3) menyebutkan “Perjanjian Lisensi dilarang menjadi sarana untuk menghilangkan atau mengambil alih seluruh hak Pencipta atas Ciptaannya”Hal ini senada dengan DRM meski banyak kontroversi atas DRM tapi saya tidak ingin membahas itu.
  4. Royalti untuk bidang musik ditekankan harus mediasi untuk menghindari konflik dimasa depan Silahkan lihat pasal 89 secara keseluruhan.

Konsekuensi jika melanggar UU Hak Cipta

  1. Pasal 113(4) untuk pembajakan yang memenuhi unsur pasal 9(3) akan di denda paling banyak Rp4.000.000.000,00 (empat miliar rupiah) serta ancaman penjara paling lama sepuluh tahun
  2. Jika ada unsur pelanggaran hak ekonomi dengan tujuan komersil seperti aransemen,adaptasi,mengubah ciptaan tanpa izin pemegang Hak Cipta akan dikenakakan ancaman penjara paling lama empat tahun dan denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).
  3. Bagi pihak retail atau reseller yang mengetahui dan membiarkan penggandaan/duplikat yang ada unsur pelanggaran hak cipta akan dikenai denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah). Lihat pasal 114

Berdasarkan beberapa hal yang sudah sebutkan diatas, saya mendapat kesimpulan-kesimpulan sebagai penutup antara lain :

  • Yang termasuk objek  kekayaan intelektual dalam ranah digital adalah e-book, desain grafis, template desain, algolaritma pemrograman(paten), dan A.I.
  • Perlindungan HaKI pada era siber dilakukan dengan enkripsi DRM serta hukum positif yang berlaku disuatu wilayah, untuk Indonesia adalah UU No.28 tahun 2014 tetapi untuk paten dikhusukan dengan UU sendiri, jika masa paten habis akan digunakan sebagai kepentingan umum dan tidak bisa diperpanjang.

Tinggalkan komentar, argumen, atau saran